Disfungsi ereksi. Kelompok usia mana yang berisiko paling tinggi?
Disfungsi ereksi. Kelompok usia mana yang berisiko paling tinggi?

Disfungsi ereksi.

3 months ago

Disfungsi ereksi. Kelompok usia mana yang berisiko paling tinggi?

Menyedihkan tapi memang nyata: kesehatan melemah seiring bertambahnya usia. Menurunnya fungsi tubuh secara alami diperparah dengan efek polusi, penyakit, dan gaya hidup yang tidak sehat. Masalah yang terasa kecil saat Anda masih berusia muda berkembang menjadi masalah serius untuk pria yang lebih tua. Menurunnya kesehatan memengaruhi fungsi seksual. Meskipun secara teori, seorang pria dapat aktif secara seksual hingga usia sangat tua, impotensi seksual biasanya muncul setelah usia 40 tahun. Lebih lanjut lagi, akhir-akhir ini masalah kesehatan telah mulai muncul bahkan pada pria dengan usia yang lebih muda. Menurut para dokter, disfungsi ereksi dapat muncul pada para pria berusia 30-an atau bahkan 20-an tahun.

Disfungsi ereksi: kelompok usia mana yang berisiko?

Para pria kelompok usia tertentu tentu saja lebih rentan menderita impotensi. Ini adalah angka rata-ratanya:

Pria dari usia 20 hingga 30 tahun — 21%

Pria dari usia 30 hingga 40 tahun — 27%

Pria dari usia 40 hingga 50 tahun — 48%

Pria di atas usia 50 tahun — 53%.

Dapat disimpulkan bahwa gangguan ereksi kemungkinan besar terjadi setelah usia 40 tahun. Harus dicatat bahwa penyebab impotensi seksual berbeda-beda tergantung usia Anda. Pria berusia matang menderita disfungsi ereksi karena masalah kesehatan sedangkan pria yang lebih muda kemungkinan besar terkena disfungsi ereksi akibat berbagai masalah psikologis. Kadang kala, disfungsi ereksi terjadi pada pria di bawah tiga puluh tahun.

Disfungsi ereksi: kelompok usia mana yang berisiko?

Penyebab utama disfungsi ereksi di usia 20-30 tahun:

  • Pantangan berhubungan seks;
  • Jarang berhubungan seks, kehidupan seks yang sporadis;
  • Trauma psikologis;
  • Pengalaman seksual yang buruk.

Pada usia 30-40 tahun, para pria biasanya menderita disfungsi ereksi sebagai akibat stagnasi dalam organ panggul. Stagnasi ini diakibatkan oleh gangguan mikrosirkulasi darah dan limfa karena pria menjalani gaya hidup yang tidak aktif dan tidak rutin berhubungan seks. Suplai darah yang sehat ke area alat kelamin sangat penting untuk ereksi yang kuat.

Read next:  Tips Pembesaran Penis untuk Meningkatkan Ukuran Penis

Setelah berusia 40 tahun, 80% kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh penyakit terkait usia, kerentanan genetik, atau gaya hidup tidak sehat. Situasi ini seringkali diperparah dengan kurang tidur dan stres — yang disebut juga sebagai sindrom manajer, saat seorang pria fokus pada karir dan tidak memiliki waktu dan energi untuk seks.

Pada usia 50 tahun, risiko menderita disfungsi ereksi meningkat. Masalah kesehatan kronis yang diperoleh sebelumnya menjadi semakin parah dan fungsi organ mulai menurun. Disfungsi ereksi seringkali dipicu oleh hipertensi arteri, penyakit Alzheimer, aterosklerosis, stroke, diabetes dan prostatitis. Berbagai penyakit dapamengganggu kerja pembuluh darah, menurunkan aliran darah untuk membuat penis ereksi. Kelemahan seksual juga dapat disebabkan berat berlebih dan konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, antidepresan, dan sejumlah obat-obatan hormonal. Impotensi dapat terjadi setelah operasi (misal operasi prostatektomi).

Bagaimana cara menghindari disfungsi ereksi

Untuk mencegah disfungsi ereksi, semua pria harus:

  • Memastikan penyakitnya didiagnosis dan diobati dengan baik;
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol;
  • Menjalani gaya hidup yang aktif dan menjauhi junk food;
  • Menghindari situasi yang membuat stres dan memastikan untuk istirahat dan rileks;
  • Memonitor kadar testosteronnya;
  • Mengonsumsi banyak vitamin, terutama vitamin D;
  • Berhubungan seks secara rutin.

Nikotin, alkohol, dan makan berlebihan berpengaruh buruk terhadap kondisi pembuluh darah pria. Hasilnya, pria yang memiliki kebiasaan buruk ini seringkali menderita disfungsi ereksi.

Pengobatan disfungsi ereksi terkait usia

Pengobatan impotensi dimulai dengan mengunjungi ahli urologi atau seksologi. Dokter akan mengidentifikasi penyebab disfungsi ereksi dan meresepkan pengobatan yang sesuai. Penting untuk mengikuti rekomendasi dokter Anda dan menghindari melakukan pengobatan sendiri. Jika Anda tidak memiliki resep dokter, pastikan Anda hanya meminum suplemen diet yang sepenuhnya alami seperti Forex(Hammer of Thor). Produk ini meningkatkan ereksi dengan meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh, memperkuat ereksi, dan membantu meningkatkan stamina seksual hingga akhirnya mengembalikan kehidupan seks yang normal.

Read next:  Fungsi ereksi lemah: apa penyebabnya, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana cara mengobati kondisi ini

Leave a comment